Jumat, 05 Juli 2013

PROSES DAN PRAKTIK KEBIDANAN DALAM KEGIATAN ASUHAN KEBIDANAN



MAKALAH

PROSES DAN PRAKTIK KEBIDANAN DALAM KEGIATAN ASUHAN KEBIDANAN

 

TUGAS KOMUNIKASI KONSELING

DOSEN : Dian Ayu Werdiningsih, SST


 

 DISUSUN OLEH :

KELAS FIBULA KELOMPOK 5

1.             ALBINA LERO                           (1240100246)
2.             ARISMA ARIF GUNITASARI (1240100248)
3.             EGGA AYU C. M                        (1240100255)
4.             EMELIANA KLUNI                   (1240100347)
5.             EMYRENSIANA BALOK         (1240100257)
6.             HUSNUL INDARIK                   (1240100269)
7.             RISMA FINANDITA                  (1240100314)
8.             TITIK MUCHLISIN                    (1240100326)
9.             UMNIATI HADI                         (1240100330)
10.         ZUYYINA AL-AIMMAH          (1240100342)

 

 

PRODI DIII KEBIDANAN

AKADEMI KEBIDANAN WIYATA MITRA HUSADA

KERTOSONO – NGANJUK


 
2013

 


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Proses dan Praktek Konseling dalam Pelayanan Kebidanan

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Proses dan Praktek Konseling dalam Pelayanan Kebidanan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.


Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Nganjuk, Juni 2013
Penyusun



ii
 

DAFTAR ISI

 


Halaman judul..............................................................................................         i

Kata pengantar ............................................................................................        ii

 Daftar isi ....................................................................................................       iii


BAB I PENDAHULUAN .........................................................................        1

1.1  Latar Belakang...............................................................................        1

1.2  Tujuan ...........................................................................................        1

1.3  Manfaat .........................................................................................        1


BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................        2
2.1    Pengertian .....................................................................................        2
2.2    Tujuan Konseling ..........................................................................        2
2.3    Hal-hal yang perlu diperhatikan bidan ..........................................        2
2.4    Teknik Konseling ..........................................................................        3
2.5    Langkah-langkah Konseling .........................................................        4
2.6    Faktor Penghambat Konseling ......................................................        5
2.7    Tujuan / Harapan dari pelayanan konseling ..................................        6
2.8    Contoh Proses Konseling ..............................................................        6

BAB III PENUTUP ...................................................................................      10
3.1    Kesimpulan ...................................................................................      10
3.2    Saran .............................................................................................      10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................      11




iii
 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam praktek kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat dibutuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan membina hubungan, baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh ketrampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien.
Konseling merupakan proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik yang bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan keluar atau upaya mengatasi masalah tersebut.

1.2  Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian dan tujuan konseling
·         Untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan bidan dalam konseling
·         Untuk mengetahui teknik konseling
·         Untuk mengetahui langkah-langkah konseling
·         Untuk mengetahui faktor penghambat konseling
·         Untuk mengetahui tujuan / harapan dari pelayanan konseling

1.3  Manfaat
·         Pembaca dapat mengetahui pengertian dan tujuan konseling
·         Pembaca dapat mengetahui proses dan praktik konseling dalam asuhan kebidanan
·         Dapat dijadikan sebagai referensi penunjang untuk pembuatan makalah maupun penelitian-penelitian selanjutnya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi yang dilakukan antara orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam kelompok kecil.
Konseling kebidanan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam, dan usaha bersama bidan dengan pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan.
Konselor adalah orang yang memberi nasehat, memberi arahan kepada orang lain (klien) untuk memecahkan masalahnya. Sedangkan konseli adalah orang yang mencari (membutuhkan) advis atau nasehat.

2.2    Tujuan Konseling
Tujuan konseling meliputi:
1.    Mencapai kesehatan psikologi yang positif.
2.    Memecahkan masalah meningkatkan efektifitas pribadi individu.
3.    Membantu perubahan pada diri individu yang bersangkutan.
4.    Membantu mengambil keputusan secara tepat dan cermat.
5.    Adanya perubahan prilaku dari yang tidak menguntungkan menjadi menguntungkan.

2.3    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Bidan
Hal-hal yang harus diperhatikan bidan sebagai konselor adalah:
1.    Membentuk kesiapan konseling.
Faktor yang mempengaruhi kesiapan konseling adalah motivasi memperoleh bantuan, pengetahuan klien tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat tilikan terhadap masalah dan harapan terhadap peran konselor.
Hambatan dalam persiapan konseling adalah:
a.         Penolakan
b.         Situasi fisik
c.         Pengalaman konseling yang tidak menyenangkan
d.        Pemahaman konseling kurang
e.         Pendekatan kurang
f.          Iklim penerimaan pada konseling kurang.
Penyiapan klien
a.         Orientasi pra konseling
b.         Teknik survey terhadap masalah klien
c.         Memberikan informasi pada klien
d.        Pembicaraan dengan berbagai topic
e.         Menghubungi sumber-sumber referal.

2.    Memperoleh informasi
Memperoleh Riwayat Kasus. Riwayat kasus merupakan kumpulan informasi ssistematis tentang kehidupan sekarang dan masa lalu. Riwayat kasus kebidanan, biasanya tercatat dalam rekam medis.

3.    Evaluasi psikodiagnostik
Psikodiagnostik meliputi pernyataan masalah klien, perkiraan sebab-sebab kesulitan (kemungkinan teknik konseling dan perkiraan hasil konseling).

2.4    Teknik Konseling
Teknik konseling ada 3 yaitu :
1.    Pendekatan authoritatian atau directive, pusat dari keberhasilan konseling adalah dari konselor.
2.    Pendekatan non-directive atau conseli centred, konseli diberikan kesempatan untuk memimpin proses konseling dan memecahkan masalah sendiri.
3.    Pendekatan edetic, konselor menggunakan cara yang baik sesuai dengan masalah konseli.
2.5    Langkah-langkah Konseling
Langkah-langkah konseling terbagi menjadi tiga bagian yaitu:
1.    Pendahuluan (Langkah Awal)
Merupakan langkah penting dalam proses konseling kebidanan, keberhasilan langkah awal akan mempermudah langkah berikutnya dalam proses konseling kebidanan. Pada langkah awal tugas bidan sebagai seorang konselor adalah:
a.    Mengeksplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan sendiri
b.    Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri
c.    Menentukan alas an klien minta pertolongan
d.   Membina rasa percaya (trust), penerimaan dan melakukan komunikasi
e.    Membuat kontrak bersama
f.     Mengeksplorasi pikiran, perasaan dan perbuatan klien
g.    Mengidentifikasi masalah klien
h.    Merumuskan tujuan bersama klien
2.    Bagian Inti/ Pokok (Langkah Inti)
Bagian ini mencakup kegiatan mencari jalan keluar, memilih salah satu jalan keluar dan melaksanakan jalan keluar tersebut. Langkah ini menentukan apakah bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan klien dan apakah konseling berhasil dengan baik. Tugas bidan pada langkah inti adalah sebagai berikut:
a.    Mengeksplorasi stressor yang tepat
b.    Mendukung perkembangan kesadaran diri klien dan pemakaian koping mekanisme yang konstruktif
c.    Mengatasi penolakan perilaku maladaptive
d.   Memberikan beberapa alternatif yang dipilih klien
e.    Merencanakan tindak lanjut dari alternative pilihan
3.    Bagian Akhir (Langkah Akhir)
Merupakan kegaitan akhir dari konseling yang meliputi pengumpulan dari seluruh aspek kegiatan. Langkah ini merupakan langkah penutupan dari pertemuan dan penetapan untuk pertemuan berikutnya. Tugas bidan pada langkah akhir adalah:
a.    Menciptakan realitas perpisahan
b.    Membicarakan proses terapi dan pencapaian tujuan
c.    Saling mengeksplorasi perasaan, penolakan (kehilangan), sedih, marah dan perilaku lain.
d.   Mengevaluasi kegiatan dan tujuan konseling
e.    Apabila masih diperlukan, melakukan rencana tindak lanjut dengan membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

2.6    Faktor Penghambat Konseling
1.    Faktor individual
Keterikatan budaya merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari:
a.    Faktor fisik atau kepekaan panca indera, usia dan seks
b.    Sudut pandang terhadap nilai-nilai
c.    Faktor sosial pada sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status social
d.   Bahasa
2.    Faktor yang berkaitan dengan interaksi, antara lain:
a.       Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
b.      Sikap terhadap interaksi
c.       Pembawaan diri terhadap orang lain
d.      Sejarah hubungan.
3.    Faktor situasional
4.    Kompetensi dalam melakukan percakapan
Komunikasi dikatakan efektif bila ada sikap perilaku kompeten dari kedua belah pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah:
a. Kegagalan informasi penting
b. Perpindahan topik bicara
c. Komunikasi idak lancar
d. Salah pengertian.

2.7    Tujuan / Harapan dari Pelayanan Konseling
Tujuan/ harapan dari pelayanan konseling yang telah dilakukan adalah:
1.    Peningkatan kemampuan klien dalam upaya mengenal masalah, merumuskan alternatif pemecahan masalah, dan manilai hasil tindakan secara tepat dan cermat.
2.    Klien memiliki pengalaman dalam menghadapi masalah dan pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan.
3.    Adanya kemandirian dalam pemecahan masalah.

2.8    CONTOH PROSES KONSELING
Klien             :  Selamat pagi, ibu Bidan !!
bidan            :  Selamat pagi, ada sesuatu yang dapat saya bantu ?
Klien             : Ya Ibu, saya sekarang dalam keadaan hamil 3 bulan, setiap hari merasa mual dan ingin muntah, tidak suka makan, rasanya badan saya tidak enak dan jengkel karena memakai pakaian menjadi tidak rapi.
Bidan            :  Ibu, sudah hamil bulan merasa mual dan ada kejengkelan terhadap perubahan fisik ibu !
Klien             :  Ya Bu..
Bidan            : Sudah berapa lama ibu menikah ? dan apakah ibu sudah berkeinginan untuk mempunyai anak ?
Klien             : Saya menikah sudah satu tahun dan memang ingin mempunyai anak..
Bidan            : Oohh jadi ibu ingin punya anak kan ?
Klien             : Ya Bu ..
Bidan            : Sebentar ya Bu, Saya ukur tekanan darah ibu, permisi ya Bu .. (sambil menggulung lengan baju ibu hamil). Bagaimana perasaan ibu dengan kehamilan ini (sambil mengukur tekanan darah ibu).
Klien             : Senang sekali Ibu, apalagi ini adalah anak pertama saya (sambil tersenyum).
Bidan            : Pasti keluarga ibu juga senang ya bu, darah ibu normal
Klien             : Berapa Ibu Bidan
Bidan            : 120/ 80 mmHg
Klien             : Jadi Ibu Bidan, bagaimana kehamilan saya ini ?
Bidan            : Begini Bu, kehamilan ibu merupakan suatu proses dari pembuahan (konsepsi) sampai kelahiran janin biasanya 9 bulan 7 hari dan juga kehamilan Ibu merupakan proses alamiah (normal) dan bukan proses abnormal tetapi kondisi normal dapat menjadi abnormal.
Klien             : Bagaimana dengan kondisi umur kehamilan saya yang sekarang ?
Bidan            : Pada umumnya ibu hamil pada kehamilan 3 bulan seperti ibu akan mengalami perubahan fisik seperti yang ibu katakan tadi, mual dan ingin muntah, nanti ibu juga enggan makan dan mengidam, dan juga ada perubahan pada payudara ibu, seperti payudara lebih besar dari biasanya, terasa penuh, berat, nyeri kalau ditekan. Areola hitam. Ibu juga akan merasa letih dan merasa ngantuk, dan akan sering BAK dan perut ibu akan terasa panas, dan perut ibu akan terasa kembung dan perih
Klien             : Jadi, apakah hal-hal yang harus saya lakukan ibu bidan untuk membantu mengurangi masalah atau perubahan fisik yang saya alami ?
Bidan            : Ada Bu ........! kalau ibu mual muntah, ibu dapat melakukan tindakan seperti makan makanan kaya protein dan karbohidrat seperti nasi putih secukupnya, tetapi kalau ibu kurang selera makan nasi putih, ibu bisa menggantinya dengan makanan bubur beras, cracckers, dan juga ibu memakan daging-dagingan atau telur ayam dan ibu juga harus banyak minum, dan minuman yang mau ibu minum tergantung selera ibu, bisa sop, susu, koktail dan sebagainya yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah ibu. Tetapi kalau ibu merasa lebih mual dengan mengomsumsi cairan tadi, ibu bisa ganti dengan makanan padat dengan kandungan air yang lebih tinggi seperti buah, sayuran (selada, melon, jeruk). Dan ibu harus menghindari pandangan, aroma, dan rasa makanan yang membuat ibu merasa mual. Ibu bisa makan lebih sering meskipun belum merasa lapar karena bila lambung kosong, asam lambung akan menyebabkan iritasi. Menyikat gigi dengan pasta gigi yang tidak menyebabkan mual, setiap habis mual kumur dengan obat kumur yang tidak menyebabkan muntah, kalau ibu enggan makan, ibu perlu mengganti makanan dengan yang ibu sukai. Dan perubahan pada payudara ibu itu terjadi pada semua wanita hamil karena bertujuan menyiapkan ibu untuk memberi makan bayi ibu kelak bila lahir. Karena itu, ibu harus menggunakan bra yang menyokong payudara sehingga mengurangi kecendrungan mengendur. Bila ibu merasa letih, ibu perlu banyak beristirahat atau tidak banyak bekerja dan soal ibu yang sering BAK, itu wajar pada ibu hamil seperti ibu tapi ibu bisa mengurangi dengan cara memiringkan tubuh kedepan pada saat ibu BAK, dan juga ibu membatasi minum mulaim pukul 4 sore.tetapi jangan melampaui batas kebutuhan ibu.
Klien             : Selain yang ibu jelaskab tadi, apakah masih ada yang harus saya perhatikan untuk menjaga kehamilan saya ini bu bidan?
Bidan            : (tersenyum), masih ada..
Klien             : Apa hubungannya bu meroko dengan hamil
Bidan            : Kalau ibu merokok akan meyebabkan bayi lahir prematur, cacat bahkan bisa keguguran
Klien             : Oooh... seperti itu ya bu bidan
Bidan            : selain itu ibu harus menjaga kebersihan diri ibu, istitahat yang cukup, bekerja jangan terlalu berat,melakukan perawatan payudara, pakaian ibu jangan terlalu berat
Klien             : Untuk apakah saya harus melakukan perawatan payudara, bu bidan?
Bidan            : Begini bu..sebagian besar wanita hamil putingsusunya tidak menonjol, pada saat ibu tersebut relah melahirkan , bayinya susah minum ASI si ibu. Oleh sebab itu harus dilakukan perawatan payudara agar puting susu ibu menonjol dan bisa mengeluarkan ASI nantinya
Klien             : Terima kasih ya bu bidan atas penjelasannya
Bidan            : Sama-sama bu, semoga ibu sehat selalu dan jikalau ada keluhan atau masalah ibu jangan lupa untuk memeriksakannya, ya
Klien             : Ibu bidan saya akan melaksanakan nasehat-nasehat bu bidan,karena ini menyangkut kesehatan saya dan bayi saya .apapun akan saya lakukan untuk anak saya yang pertama ini
Bidan            : Bagus bu, saya senang mendengarkannya ingat ya bu, ibu harus banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi
Klien             : BAIK bu bidan permisi ya
Bidan            : Hati-hati ya Bu...!!!


BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Komunikasi dan konseling sangat berperan penting dlam asuhan kebidanan, dimana bidaan harus berperan dalam rencana asuhan kebidanan.
Komunikasi Interpersonal adalah interaksi yang dilakukan antara orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
Konseling kebidanan adalah pertolongan dalam bentuk wawancara yang menuntut adanya komunikasi interaksi yang mendalam, dan usaha bersama bidan dengan pemecahan masalah, pemenuhan kebutuhan, ataupun perubahan tingkah laku atau sikap dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan , selain iu bidan juga sebagai konselor yang berperan yang memberi nasehat, memberi arahan kepada orang lain (klien) untuk memecahkan masalahnya. Sedangkan konseli adalah orang yang mencari (membutuhkan) advis atau nasehat. Dimana komunikasi dan konseling harus sesuai dengan rencana yang di progamkan , agar tujuan asuhan kebidanan dapat berjalan dan berkembang dengan baik.

3.2    Saran
Sebagai  seorang bidan harus mempunyai  komunikasi  yang baeg, baik didalam lingkungan sendiri maupun lingkungan masyarat, selain itu bidan juga harus harus menjadi konselor di masyarakat dalam memenuhi permasalahan permasalahn yang sering kali timbul di masyarakat. Bidan tokoh utama di masyarkat yang menjadi sorotan di kalangan masyakat.
Demikian makalah ini kami susun, semoga dengan membaca makalah ini dapat dijadikan pedoman kita dalam melangkah dan bisa menjaga akhlak terhadap diri sendiri. Apabila ada kekurangan dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf yang setulus-tulusnya

DAFTAR PUSTAKA

Istiqomah, 2010, PROSES DAN PRAKTEK KIP/K DALAM PELAYANAN KEBIDANAN, Midwifery, http://materibidan.blogspot.com/2010/05/proses-dan-praktek-kipk-dalam-pelayanan.html [diakses pada (06 Juni 2013)]


Bencoolen Rafless, 2011, Makalah Proses dan Praktik Kebidanan dalam Asuhan Kebidanan, Bahan Kuliah dan Makalah, http://networkedblogs.com/ixUG4 [diakses pada (06 Juni 2013)]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar